Vitamin merupakan salah satu kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi sehari-hari. Semua vitamin seperti vitamin A, B, C, D, E, dan K memiliki peran yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.
Contohnya vitamin A yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, vitamin B utnuk membantu metabolisme tubuh, vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan masih banyak lagi fungsi penting dari vitamin lainnya.
Namun perlu diingat, konsumsi vitamin pada tiap orang berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan. Penggunaannya juga tidak boleh sembarangan dan berlebihan. Banyak beredar mitos di masyarakat jika ingin hidup sehat maka harus banyak mengonsumsi vitamin. Nyatanya hal itu tidak dibenarkan karena faktanya tubuh manusia membutuhkan vitamin dalam dosis yang telah ditentukan dan tidak bisa dikonsumsi banyak.
Merangkum dari medicalnewstoday dan klikdokter, inilah mitos tentang vitamin yang masih dipercaya oleh masyarakat.
1. Banyak Minum Vitamin, Tubuh Semakin Sehat
Banyak yang menganggap bahwa dengan meningkatkan konsumsi vitamin dapat meningkatkan kesehatan tubuh, namun kenyataannya itu salah. Penggunaan vitamin yang berlebihan berpotensi untuk membahayakan tubuh. Sebagai contoh, konsumsi vitamin C dalam jumlah yang berlebihan dapat mengganggu fungsi tubuh dalam penyerapan mineral maupun vitamin lainnya. Efek samping lainnya yaitu dapat mengganggu pencernaan hingga dapat menyebabkan diare.
2. Minum Vitamin Hanya Saat Sakit
Tentu saja ini mitos. Karena faktanya tubuh membutuhkan asupan vitamin harian. Vitamin sebaiknya dikonsumsi secara teratur sebagai bagian dari pola makan sehari-hari untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang.
3. Kebutuhan Vitamin Setiap Orang Sama
Ternyata masih banyak yang memercayai bahwa setiap orang membutuhkan vitamin dalam jumlah yang sama. Padahal ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan vitamin harian tiap orang. Mulai dari faktor jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, hingga kondisi tubuh seseorang.
4. Antioksidan Dapat Memperpanjang Umur
Antioksidan sering dipercaya untuk menghilangkan radikal bebas dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Antioksidan sering ditemukan pada buah dan sayuran yang memiliki kandungan vitamin C, vitamin E, selenium, dan beta karoten.
Buah dan sayuran umumnya kaya akan antioksidan sehingga dipercaya bisa menangkal banyak penyakit dan menjadikan tubuh tetap sehat. Namun hubungan antara manfaat kesehatan dan jumlah antioksidan dalam makanan masih belum sepenuhnya dipahami.
Sebuah penelitian oleh NCCIH menyatakan bahwa orang yang banyak mengonsumsi buah dan sayuran memiliki risiko lebih rendah terkena beberapa penyakit, namun belum jelas apakah ini ada kaitannya dengan kandungan antioksidan, zat nutrisi lain dalam makanan, faktor pola makanan, atau gaya hidup yang diterapkan.
5. Vitamin Dapat Mencegah Penyakit Jantung
Mitos terakhir adalah vitamin dapat mencegah penyakit jantung. Berdasarkan riset peneliti terbaru, konsumsi suplemen yang mengandung vitamin D, kalsium, dan vitamin C tidak memberikan hasil yang konsisten terhadap pencegahan penyakit kardiovaskuler seperti, penyakit jantung dan stroke. Studi lain juga membuktikan bahwa delapan studi terkait beta-karoten menunjukkan bahwa suplemen tersebut justru meningkatkan risiko kematian.
Meski demikian, tetap penting untuk mempertimbangkan hasil penelitian ini secara hati-hati dan tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen.
Jadi, jangan mudah percaya dengan mitos seputar vitamin yang beredar di masyarakat. Penting untuk lebih teliti dan mencari informasi yang benar sebelum mempercayainya. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, akan lebih baik jika kamu mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat yang bergizi, menjaga pola hidup sehat dan diikuti dengan olahraga teratur.

Komentar
Posting Komentar